Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Agustus 10, 2013

Copas dari Blog Lama Ed #3

Saturday, December 02, 2006

Some My Favorites Quotes, Dialogs and Story (Part 1 of doesn’t know yet)

Terinspirasi dari film ‘A Walk To Remember’, saat mandy moore terbaring di ranjang rumah sakit sekian bulan sebelum ajal menjemputnya dan dia memberikan benda miliknya yang sangat berharga, yaitu sebuah buku tua peninggalan ibunya yang telah meninggal yang berisikan kutipan-kutipan perkatan orang terkenal dan penggalan dari dialog film, dan cerita favorit sang ibu, kepada Shane West kekasihnya
====================================================================
Love suffers long and is kind; love does not envy; love does not parade itself, is not puffed up; Does not behave rudely, does not seek its own, is not provoked, thinks no evil; Does not rejoice in iniquity, but rejoices in the truth; Bears all things, endures all things. (1 CHORINTHIANS 13:4-7)
Word of Paul one of Jesus disciples in his first letter to the Chorinthians


Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5 : 43-44)

Word of Jesus


Shmily
(See How Much I Love U)
( hal 21 Chicken Soup for the Couple Soul edisi bahasa Indonesia)


Air mengalir tidak akan membeku
(Bab 14 Simplify Your Life with Zen edisi bahasa Indonesia; Elex Media Komputindo)

Perjalanan seribu mil, dimulai dari langkah pertama
(Pepatah Cina Kuno)

The Rail Way Children, Edith Nesbit 1906

Anak-anak Kereta Api, begitu judul novel anak ~yang saya pertama kali temukan di toko buku Gunung Agung Gedung Ramayana Kramat Djati sekitar tahun1993 (gile jek udah 20 tahun artinya)~ penampakannya seperti gambar si sebelah kiri ini, as u can see from the logo on the left side of the book, buku ini adalah novel terjemahan dari Gramedia Pustaka Utama disadur dari karya aslinya yang terbit tahun 1906 di Inggris Raya sana, harganya waktu itu 4 ribu rupiah, sementara uang jajan saya baru sekitar 2 ribu rupiah saja, karena waktu itu baru kelas 1 SMP pertama kali baca buku ini merasa... salah beli! Ehehehe, coba pilih komik elex aja sebangsa Pop Corn atau Pank-Ponk, abis ceritanya agak dalem kalo untuk saya waktu itu, 4-5 kali baca baru deh saya mulai suka, sampe di bawa-bawa sebagai buku pengantar tidur dan entah gimana ceritanya sempet ketumpahan air sampe buku setebel 2cm mengembang hampir setebel novel Harry Potter jilid ke-5, hikz...

Tapi cerita buku ini berkesan banget, tentang 3 sodara yaitu Bobbie, Peter dan Phil, yang walopun namanya terkesan cowok banget, hanya Peter si anak tengah yang beneran laki-laki, nama lengkap Bobbie adalah Roberta dan Phil adalah Phillys, mereka adalah 'anak kota' yang berkecukupan bahkan bisa dibilang lebih karena punya koki, pelayan dan pengasuh. Sampai akhirnya suatu malam ayah mereka pergi di 'jemput' dua laki-laki tidak di kenal, singkat cerita keluarga Waterburry ini terpaksa memberhentikan semua pelayan dan pindah ke sebuah rumah sederhana beratap 3 cerobong di daerah suburban yang dekat dengan rel kereta api. Dari sini cerita mulai berkembang karena pada dasarnya di asuh oleh ayah yang cerdas dan bijak sana (seorang pegawai pemerintahan) dan ibu yang sangat supel dan kreatif (bisa mengarang pusi yang indah-indah dan menjadi seorang penulis cerita anak saat ayah tidak ada untuk menghidupi ke-3 anaknya) Bobbi, Peter dan Phillys menjadi kesayangan orang-orang di stasiun kereta dan penduduk desa sekitar karena keberanian, welas asih dan kejujuran mereka.

Sayang buku ini karena kondisinya yang sudah tidak layak, kemudian akhirnya robek, menghilang dari koleksi buku saya. Sampai akhirnya belakangan ini hasil googling dan blog walking sana-sini, saya dapet alamat Martin di radjakomikbekas.blogspot.com, kemudian e-mail-e-mail-an dan akhirnya pesen beberapa buku bekas yang masih sangat layak dan salah satunya buku The Railway Children ini persis seperti yang saya punya dulu (walaupun sebenernya sudah ada cetakan terbarunya) harganya kali ini 15 ribu, waktu bukunya dateng langsung saya lahap habis malam itu juga, dan kisahnya masih seperti dulu tapi dengan pemahaman saya yang sudah berkembang,  kali ini kok ceritanya malah jadi lebih berkesan ketimbang waktu baca 20 tahun lalu sampe akhirnya mampu bikin saya nangis sodara-sodara! Intinya bukunya recommended untuk warisan buat anak kita nanti, karena mengajarkan budi pekerti dan perkara indah lainnya, untuk yang penasaran silahkan hunting ke toko buku atau mau pinjem sama saya?... Juga boleh :)

Sebagai penutup saya mau menginformasikan nama lengkap pengarang buku ini adalah Edith Nesbit, karena di covernya hanya tertulis E.Nesbit dan seperti halnya pengarang cerita anak terkenal lainnya seperti Enyd Blyton dan Astrid Lindgren, Mam Edith juga menghasilkan lebih dari 60-an karya cerita anak-anak yang sebagian sudah di filmkan juga, tapi kok cuma 1 ya yang di terbitkan di Indonesia? Mungkin ada temen-temen yang bisa kasih informasi mengenai karya E.Nesbit lainnya yang beredar di Indonesia? Mungkin cuma saya aja yang kurang informasinya?

Juli 23, 2013

Kota Bebek

Percakapan ini terjadi kemarin malam antara Kezia dan mama nya (fyi, saat pulang kantor saya sempatkan membeli 2 album Donal Bebek Edisi Nostalgia di mamang tukang buku bekas seputaran Masjid Agung Palembang.

Kezia VS Mama Part #1
Kezia : "Ma, kenapa di buku Donal bebek yang ini banyak gambar Desi bebeknya?"
Mama : "Ini Donal bebek edisi Valentine  Kei isinya soal cinta-cintaan, Desi kan pacarnya Donal"
Kezia : "Ooo gitu... trus Donal sama Desi itu sama nggak tempat tinggalnya dengan Mickey, Minnie, Chip and Dale, Goofi dan semua temen-temen lainnya?"
Mama : "Sama.."
Kezia : "Mereka tinggalnya di mana ma?"
Mama : "Di Kota Bebek" (*merasa beruntung udah dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang tokoh-tokoh karangan Walt Disney semenjak TK ^^ )
Kezia : "Kok di Kota Bebek? Mickey kan bukan bebek ma, mama tau dari mana?"
Mama : "Mama tau dari baca buku Donal Bebek, Makanya Kezia lancarin bacanya biar bisa cari tau sendiri"
Kezia : "Kota bebek itu di Indonesia ya ma?"
Mama : "Bukan Kei, Kota Bebek gak ada di Indonesia tapi di Amerika" (*jawaban mulai ngarang, walaupun sebagian ada benernya at least di Florida, US kan ada Disneyland) 
Kezia : "Masak sih ma?" (*keningnya mulai berkerut)
Mama : "Iya Kei... Emang kenapa?"
Kezia : "Kok Di Mickey Mouse Club House Mickey sama temen-temennya bisa ngomong bahasa Indonesia? (*toeng, ternyata itu toh... alhasil kemarin malem pambahasan jadi panjang demi si mama menjelaskan soal dubbing suara)  

Kezia VS Mama Part #2
Kezia : "Ma... ma, bukunya salah tulis, 2 tupai ini namanya Chip and Dale masak di Tulis Kiki dan Koko?"
Mama : "Ooo.., Kiki dan Koko itu nama Indonesia-nya Chip and Dale Kei, Kayak ini nih (*sambilan mama nunjuk gambar 3 keponakan Donal Bebek) ini nama Indonesia-nya Kwak-Kwik-Kwek, kalo nama aslinya Huey, Dewey and Louie (*merasa tambah beruntung sempet di sewain video Donal Bebek versi asli waktu SD dulu yang edisi bahasa Inggris)
Kezia :"Oooo... trus gimana bedain Kiki sama Koko? Kezia tuh ma pernah ya liat yang satu hidungnya item satunya merah tapi gak tau namanya. (*eits, belum selesai nih nanyanya...) Nah ini Huey-Dewey-Louie bedainnya gimana, entar kita salah panggil?"

*Nah dapet PR baru deh saya, kenapa pula Donal bebek ed. Nostalgia itu harus item putih? Coba ada halaman warnanya barang satu-dua lembar kan bisa langsung jawab :P yok yang bisa bantu saya jawab nanti di kirimin Give Away*